UMKM di Kota Pontianak menghadapi kendala dalam perkembangan bisnisnya akibat kurangnya kompetensi manajerial, keterbatasan akses permodalan, serta belum optimalnya penggunaan sistem pencatatan keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pengusaha, akses permodalan, dan sistem pencatatan keuangan digital terhadap perkembangan UMKM, serta menentukan variabel mana yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 104 responden pengusaha UMKM yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengusaha, akses permodalan, dan sistem pencatatan keuangan digital berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. Kompetensi pengusaha menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai t hitung sebesar 8,390, dibandingkan akses permodalan dengan nilai t hitung 2,450 dan sistem pencatatan keuangan digital dengan t hitung 2,399. Hasil ini menegaskan bahwa kapabilitas internal pemilik usaha merupakan motor penggerak utama pertumbuhan bisnis yang melampaui dukungan finansial dan administratif. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pergeseran fokus kebijakan dari sekadar bantuan modal menjadi pendampingan intensif untuk peningkatan literasi manajerial dan pengelolaan keuangan digital. Penguatan kompetensi manajerial menjadi kunci utama dalam menciptakan UMKM yang lebih profesional dan berdaya saing di Kota Pontianak.
Copyrights © 2026