Penelitian ini bertujuan untuk membedah dinamika kinerja manajerial pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kerangka akuntabilitas publik dan prinsip Value for Money (VFM). Fenomena "fallacy" birokrasi yang hanya menitikberatkan pada penyerapan anggaran tanpa dibarengi kualitas pelayanan publik menjadi latar belakang utama penulisan ini. Menggunakan metode pendekatan studi literatur, artikel ini mengintegrasikan delapan dimensi kinerja manajerial menurut Mahoney (1963) dengan pilar ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan manajer publik tidak boleh hanya diukur secara administratif melalui laporan keuangan, melainkan harus mencakup kemampuan manajerial dalam mengubah input menjadi kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Penulis menyimpulkan bahwa penguatan fungsi perencanaan, koordinasi, dan pengawasan sangat krusial untuk mengatasi kesenjangan kinerja di lapangan, sebagaimana terlihat pada beberapa studi kasus di Pulau Jawa. Perubahan pola pikir manajer dari "penyerap anggaran" menjadi "pengelola nilai publik" merupakan kunci utama perbaikan birokrasi.
Copyrights © 2026