Pernikahan usia dini merupakan salah satu isu kesehatan dan sosial yang masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu daerah dengan prevalensi tinggi pernikahan dini adalah Kelurahan Teluk Sepang di Kota Bengkulu. Tidak hanya dari segi kesehatan fisik, pernikahan dini juga berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan sosial remaja perempuan. Pentingnya intervensi berupa penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja telah diakui sebagai salah satu strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan usia dini. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada remaja mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan berbasis pendekatan partisipatif. Penyuluhan dilaksanakan dengan melibatkan 42 remaja perempuan usia 10-18 tahun. Kegiatan dimulai dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi penyuluhan, diskusi, lalu diakhiri dengan post-test. Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di Kelurahan Teluk Sepang berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menunda pernikahan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi pernikahan usia dini.
Copyrights © 2026