Tuberkulosis adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Epidemiologi tuberkulosis Indonesia berdasarkan laporan WHO tahun 2022 mencapai angka 9,2% dari 10,6 juta kasus. Kesulitan dalam menurunkan angka kejadian Tuberkulosis adalah delayed diagnosis. Sehingga perlu peningkatan kesadaran minum obat yang didampingi oleh pendamping dalam hal ini PMO bisa berasal dari keluarga atau kerabat dekat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi dan evaluasi. Setelah dilakukan edukasi dinilai dengan kuisioner tentang pendampingan keluarga. Pada kegiatan ini terdapat 50 peserta yang terdiri dari pasien TB dan juga pendamping pasien TB. Sebagian besar pasien TB berjenis kelamin perempuan dan pendamping pasien 24 orang wanita. Pasien terdistribusi sebagian besar berusia 46-50 tahun sedangkan pendamping pasien sebagian besar berusia 36-40 tahun. Status pendamping sebagian besar adalah keluarga namun bukan kandung. Pesrta diberikan kuisioner sebelum dan setelah edukasi yang terdiri dari beberapa pertanyaan terkait indikator delayed diagnosis dan kepatuhan minum obat. Nilai rata-rata sebelum edukasi 44,4, dan setelah edukasi 80. Kesimpulan pada kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta sebelum dan setelah dilakukan edukasi dalam mendampingi pasien TB.
Copyrights © 2026