Lebah Trigona sp. memiliki peran penting sebagai penyerbuk tanaman serta penghasil madu dan propolis yang berkhasiat. Dalam habitat alaminya, Trigona sp. umumnya membangun sarang di batang dan cabang pohon, lubang di bawah tanah, celah-celah batu, serta retakan pada dinding bangunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemindahan koloni Trigona sp. ke sarang buatan (stup). Selama ini, proses pemindahan dilakukan dengan cara mengambil sarang yang berada di celah dinding rumah, lubang pohon, atau dengan membongkar bagian pohon untuk memperoleh ratu. Pengenalan teknik perbanyakan koloni ke dalam sarang buatan dilakukan dengan metode sistem “topping”, yaitu dengan menempelkan stup di atas sarang Trigona sp. yang terdapat di alam. Kegiatan pengabdian pengenalan teknik perbanyakan koloni Trigona sp. mendapatkan respon yang positif dari warga desa Sumber Agung, Hambatan utama dalam budidaya lebah trigona di desa tersebut adalah pengetahuan masyarakat minim tentang teknik budidaya lebah Trigona (85%), setelah dilakukan pendampingan hingga akhir pelaksanaan pengabdian.
Copyrights © 2026