Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi bencana dan solidaritas sosial dibangun melalui deskripsi singkat Instagram @najwashihab. Media sosial, khususnya Instagram, tidak hanya berfungsi sebagai sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang diskrusif yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap peristiwa kebencanaan dan respon kemanusian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi, yaitu analisis tekstual, praktik diskrusif, dan praktik sosiokultural. Data penelitian berupa enam deskripsi singkat Instagram @najwashihab yang membahas peristiwa banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh pada rentang tanggal 1-11 Desember 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara menangkap layar (screenshot) dan pencatatan teks deskripsi singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi bencana dibangun melalui pilihan diksi yang menonjolakan penderitaan, keterbatasan akses bantuan, serta pengalaman lapangan langusng korban, dalam konteks jurnalisme kemanusiaan yang menghubungkan pengalaman lapangan dengan audiens digital. Secara sosiokultural, wacana yang dibangun merefleksikan nilai gotong royong, empati, dan tangggung jawab sosial ,masyarakat Indonesia terhadap korban bencana. Penelitian ini menegeaskan bahwa membentuk kesadaran masyarakat dan menggerakkan solidaritas sosial dalam isu kebencanaan.
Copyrights © 2026