Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran komunikasi kepala sekolah dalam membentuk sikap dan karakter siswa melalui tuturan yang digunakan di lingkungan sekolah. Tuturan kepala sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga memiliki daya perlokusi yang dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur perlokusi serta menjelaskan efek yang ditimbulkan dari tuturan kepala sekolah terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan kepala sekolah yang diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap identifikasi tuturan, penentuan konteks tutur, penafsiran maksud penutur, dan pengklasifikasian jenis tindak tutur perlokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan kepala sekolah mengandung tindak tutur perlokusi berupa perintah, larangan, sindiran, penegasan, pernyataan fakta, dan ungkapan kesulitan. Efek perlokusi yang muncul di antaranya, siswa menjadi lebih patuh terhadap aturan, menyadari kesalahan yang dilakukan, memahami kondisi yang terjadi di sekolah, serta terdorong untuk bersikap lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, tindak tutur perlokusi kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026