Integritas anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi isu penting di era digital seiring meningkatnya tuntutan transparansi, profesionalisme, dan pengawasan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor organisasi kontemporer terhadap integritas anggota Polri melalui peran mediasi kesejahteraan mental dan resiliensi pasca-trauma. Faktor organisasi yang diteliti meliputi kepemimpinan etis, budaya organisasi, akuntabilitas eksternal, teknologi pengawasan, keragaman inklusif, dan kualitas pelatihan etika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Populasi penelitian adalah anggota Polri di wilayah urban dan rural Provinsi Riau dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor organisasi kontemporer berpengaruh positif terhadap kesejahteraan mental, resiliensi pasca-trauma, dan integritas anggota Polri. Selain itu, kesejahteraan mental dan resiliensi pasca-trauma berperan sebagai variabel mediasi dalam memperkuat integritas anggota Polri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan integritas anggota Polri memerlukan dukungan organisasi yang etis, transparan, dan suportif
Copyrights © 2026