Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya penguatan penegakan hukum dalam menghadapi maraknya kasus illegal logging yang merusak ekosistem hutan lindung di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana penebangan pohon ilegal, mengevaluasi penerapan sanksi pidana, serta menilai efektivitas penegakan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan FGD. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo 12 Plus. Temuan studi menunjukkan bahwa maraknya penebangan pohon ilegal di Kabupaten Gowa disebabkan oleh kombinasi faktor ekonomi, sosial-budaya, kelembagaan, dan hukum. Tingginya nilai kayu dan keterbatasan alternatif penghasilan mendorong masyarakat melakukan pembalakan liar, sementara norma sosial dan kurangnya kesadaran lingkungan memperkuat praktik ini. Keterbatasan kapasitas aparat, sarana pengawasan, prosedur hukum yang panjang, serta koordinasi antar lembaga yang lemah mengurangi efektivitas penegakan hukum dan efek jera sanksi pidana. Studi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi hukum, sehingga strategi pengendalian penebangan ilegal harus bersifat multidimensional, mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, pendidikan konservasi, penguatan kapasitas aparat, dan penegakan hukum yang konsisten untuk menjaga kelestarian hutan.
Copyrights © 2026