Latar belakang: Keselamatan pasien (patient safety) merupakan indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Komunikasi yang belum optimal, rasa takut perawat akibat budaya menyalahkan, serta sistem pelaporan insiden yang belum efektif diduga dapat mempengaruhi penerapan keselamatan pasien. Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan patient safety pada perawat di rumah sakit. Metode: Jenis Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruang rawat inap sebanyak 86 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor komunikasi terhadap penerapan patient safety (p = 0,034), terdapat hubungan yang signifikan antara rasa takut perawat terhadap penerapan patient safety (p = 0,034), dan terdapat hubungan sistem pelaporan insiden dengan penerapan patient safety (p = 0,027). Kesimpulan: sistem pelaporan serta komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan berperan penting dalam mendukung pelaksanaan keselamatan pasien. Pengelolaan rasa takut perawat terkait budaya menyalahkan dapat mempengaruhi keberanian perawat dalam melaporkan insiden keselamatan.
Copyrights © 2026