Kopi arabika merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian daerah, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan teknologi, dan kurang optimalnya dukungan kelembagaan. Desa Bone-Bone, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentra produksi kopi arabika yang memiliki potensi besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Desa Bone-Bone. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah 61 petani kopi arabika yang merupakan anggota kelompok tani aktif dan ditentukan dengan metode sampling jenuh, serta didukung oleh informan kunci yang terdiri dari ketua kelompok tani dan petani berpengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika berada pada Kuadran I dengan nilai koordinat internal sebesar 0,72 dan eksternal sebesar 0,54, yang mengindikasikan bahwa kekuatan utama terletak pada ketersediaan lahan, modal, dan tenaga kerja, serta peluang utama berasal dari stabilitas harga dan akses pasar. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength–Opportunity), yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan, bibit, dan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah, disertai penguatan pemasaran dan peningkatan kapasitas petani. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.Â
Copyrights © 2026