Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ARABIKA DI DESA BONE-BONE, KECAMATAN BARAKA, KABUPATEN ENREKANG Ariella Ramadhani
WIRATANI Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v9i1.634

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian daerah, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan teknologi, dan kurang optimalnya dukungan kelembagaan. Desa Bone-Bone, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentra produksi kopi arabika yang memiliki potensi besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Desa Bone-Bone. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah 61 petani kopi arabika yang merupakan anggota kelompok tani aktif dan ditentukan dengan metode sampling jenuh, serta didukung oleh informan kunci yang terdiri dari ketua kelompok tani dan petani berpengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika berada pada Kuadran I dengan nilai koordinat internal sebesar 0,72 dan eksternal sebesar 0,54, yang mengindikasikan bahwa kekuatan utama terletak pada ketersediaan lahan, modal, dan tenaga kerja, serta peluang utama berasal dari stabilitas harga dan akses pasar. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength–Opportunity), yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan, bibit, dan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah, disertai penguatan pemasaran dan peningkatan kapasitas petani. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BONTO BUNGA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SUSU JAGUNG DAN PENGUATAN LEGALITAS UMKM Igods Gabryaldo; Pipi Diansari; Ariella Ramadhani; Andi Imelda; Andi Syastiawan; Zulfikar Syamsi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47123

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bonto Bunga, Kabupaten Maros, dalam program INOVAGRO 3.0 dengan tema "Inovasi Vokasional untuk Agribisnis Pangan Berkelanjutan." Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah berupa susu jagung serta meningkatkan pemahaman mengenai legalitas produk. Metode partisipatif yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik langsung, dan refleksi. Sebanyak 25 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, anggota PKK, koperasi, dan BUMDes, mengikuti kegiatan ini. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan susu jagung yang lebih baik termasuk prosedur legalitasnya serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal. Program ini juga memperkuat interaksi sosial dan kapasitas ekonomi masyarakat. Pendekatan vokasional yang praktis terbukti mampu menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.    Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, susu jagung, legalitas, sumber daya lokal, pelatihan vokasional.   ABSTRACT This community service was conducted in Bonto Bunga Village, Maros Regency, under the INOVAGRO 3.0 program with the theme 'Vocational Innovation for Sustainable Food Agribusiness.' The program aimed to improve community skills in processing corn into value-added corn milk products and to increase understanding of product legality. The participatory method included socialization, counseling, technical training, direct practice, and reflection. Twenty-five participants, including MSMEs, PKK members, cooperatives, and BUMDes, joined the program. The activities resulted in increased knowledge on legality procedures, better corn milk processing skills, and raised awareness of innovation using local resources. This program also strengthened social interaction and economic capacity. The practical vocational approach effectively linked technical knowledge with local community needs. Keywords: Community empowerment, corn milk, legality, local resources, vocational training.