Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada mitra Woodsantara Handicraft, sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kerajinan kayu yang terletak di Kabupaten Tabanan. Permasalahan utama yang dihadapi Woodsantara Handicraft mencakup dua aspek. keterbatasan alat produksi yang mempengaruhi kualitas dan efisiensi waktu pengerjaan. Sebelum program dilaksanakan, proses finishing produk dilakukan secara manual menggunakan kuas dengan rata-rata waktu pengerjaan 25–30 menit per produk. Selain itu, pencatatan stok bahan baku masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi selisih data persediaan. Solusi yang diberikan berupa bantuan mesin kompresor serta implementasi sistem digital berbasis spreadsheet untuk pencatatan stok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya percepatan proses finishing menjadi 10–15 menit per produk, peningkatan kerapian hasil finishing, serta peningkatan akurasi pencatatan stok hingga ±40%
Copyrights © 2026