Nefritis lupus adalah jenis radang ginjal, spesifik yang menyerang anak-anak penderita sistemik lupus eritematosus (SLE) menjadi masalah karena menjadi salah satu kontributor tertinggi terhadap morbiditas dan mortalitas penyakit. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kompleks yang melibatkan beberapa sistem tubuh dengan masing-masing manifestasi klinisnya ditandai dengan terbentuknya autoantibodi patogenik tehadap asam nukleat dan protein pengikatnya. Pada umumnya nefritis lupus ditemukan pada anak perempuan dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 9:1, dengan umur 4-18 tahun dan terbanyak 10-12 tahun. Untuk mampu melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien nefritis lupus di ruang perawatan anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan nefritis lupus, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu hipertermia, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk menurunkan demam yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu hipertermia teratasi sebagian dengan kriteria hasil suhu tubuh membaik 36,2˚C, suhu kulit membaik. Dalam penelitian ini dilakukan tindakan manajemen hipertermia yaitu memberikan terapi kompres hangat seluruh tubuh atau disebut terapi tepid sponge dan melakukan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawtan yang komprehensif pada pasien Nefritis lupus.
Copyrights © 2026