Yahya Handayani Mangapi
Institut Toraja Raya Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI DUSUN PANGKUNG BATU, LEMBANG PANGKUNG BATU TAHUN 2026 Regina Reni Ranteallo; Yahya Handayani Mangapi; Okta Susanti Randalembang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi anak merupakan indikator utama dalam menilai kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan individu sehingga mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia dimasa yang akan datang. Status gizi balita tergantung pada asupan gizi, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga, pendidikan ibu, pola asuh dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga dengan status gizi anak balita di Dusun Pangkung Batu, Lembang Pangkung Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 56 responden, dengan menggunakan Teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga, serta pengukuran antropometri untuk menilai status gizi anak balita berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memeiliki pengetahuan baik (55,4%), Sebagian besar keluarga berada dalam kategori ekonomi sedang (37,5%), dan Sebagian besar anak balita berada dalam kategori gizi gemuk (35,7%). Kesimpulan pada penelitian ini, berdasarkan analisa Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak balita dengan nilai p=0.049 (p
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Post OP Space Occupied Lession Supratentional Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Ruang ICU RSUP Dr. WahidinSudirohusodo Makassar Yahya Handayani Mangapi; Emiliana Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Space Occupying Lesion (SOL) Supratentional merupakan kondisi patologis di otak yang ditandai dengan adanya massa atau lesi yang menempati ruang dan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Tujuan dari karya Ilmiah ini yaitu untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien Sol Supratentional dengan bersihan jalan napas tidak efektif di ruang ICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan sol supratentional instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian keperawatan medikal bedah dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Hasil asuhan keperawatan Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu bersihan jalan tidak efektif kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk memperbaiki manajemen jalan napas yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu manajemen jalan napas teratasi sebagian dengan kriteria hasil keluhan sputum menurun, pola napas membaik ronkhi menurun, pola napas normal dan fase ekspirasi membaik dengan frekuensi napas dari 24x/menit menjadi 21x/menit Dalam penelitian ini dilakukan tindakan manajemen jalan napas yaitu melakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik serta memberikan posisi semi fowler atau melakukan kolaborasi pemberian terapi oksigenasi dengan menggunakan canul nasal. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien Sol Supratentional
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Nefritis Lupus Dengan Hipertermia Di Ruang Anak Non-Infeksius RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Yahya Handayani Mangapi; Lusiana Veronika Lipi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nefritis lupus adalah jenis radang ginjal, spesifik yang menyerang anak-anak penderita sistemik lupus eritematosus (SLE) menjadi masalah karena menjadi salah satu kontributor tertinggi terhadap morbiditas dan mortalitas penyakit. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kompleks yang melibatkan beberapa sistem tubuh dengan masing-masing manifestasi klinisnya ditandai dengan terbentuknya autoantibodi patogenik tehadap asam nukleat dan protein pengikatnya. Pada umumnya nefritis lupus ditemukan pada anak perempuan dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 9:1, dengan umur 4-18 tahun dan terbanyak 10-12 tahun. Untuk mampu melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien nefritis lupus di ruang perawatan anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan nefritis lupus, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu hipertermia, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk menurunkan demam yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu hipertermia teratasi sebagian dengan kriteria hasil suhu tubuh membaik 36,2˚C, suhu kulit membaik. Dalam penelitian ini dilakukan tindakan manajemen hipertermia yaitu memberikan terapi kompres hangat seluruh tubuh atau disebut terapi tepid sponge dan melakukan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawtan yang komprehensif pada pasien Nefritis lupus.