Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat memerlancar pengeluaran air kemih dan menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Tanaman kumis kucing biasa disajikan dalam bentuk teh untuk pengobatan tradisional yang memiliki efek antidiabetik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid, saponin, dan uji hedonik pada teh kumis kucing. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif esksperimen dengan formula yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (F1) 2 gram, Formulasi 2 (F2) 3 gram, dan Formulasi 3 (F3) 4 gram. Kandungan flavonoid dan saponin menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Uji hedonik dengan menggunakan 30 panelis tidak terlatih. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara F1, F2 dan F3 pada parameter warna (p=0,007), sedangkan parameter rasa, kekentalan, dan aroma tidak ada perbedaan (p>0,05). Formulasi terbaik dengan menggunakan uji Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) yaitu F2 3 gram pada aspek rasa (3,03), warna (3,50), kekentalan (3,07), dan aroma (2,93). Kandungan flavonoid pada F2 sebesar 6,58 mg dan saponin sebesar 1,03 mg.
Copyrights © 2026