Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) masih mengalami kesulitan dalam menulis cerita kreatif, terutama dalam menemukan ide, menyusun alur, mengembangkan pesan moral, dan membangun kepercayaan diri dalam menulis. Padahal, keterampilan menulis cerita bermakna penting dimiliki calon guru sebagai bekal mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan edukatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan literasi kreatif mahasiswa PGMI melalui pendampingan penulisan Cerita Bermakna berbasis service learning. Kegiatan dilaksanakan terhadap 39 mahasiswa PGMI melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan refleksi-evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, analisis hasil karya, dan wawancara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan telah tercapai dengan persentase di atas 80%, meliputi kemampuan menentukan tema dan ide cerita (89%), menyusun alur cerita (84%), menyisipkan pesan moral (92%), menghasilkan cerita yang layak sebagai media pembelajaran (80%), serta meningkatnya kepercayaan diri dalam menulis (88%). Pendampingan berbasis service learning tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa, tetapi juga mendorong partisipasi aktif, kerja sama, dan kemampuan reflektif. Kegiatan ini berpotensi menghasilkan luaran berupa bahan ajar literasi yang mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar.
Copyrights © 2026