Peningkatan volume sampah organik rumah tangga menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang banyak dijumpai di pedesaan, termasuk di Desa Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur. Limbah kulit nanas yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan pertanian belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 20 peserta, dan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi ekoenzim yang bernilai guna. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi pembuatan ekoenzim, dan evaluasi pemahaman peserta melalui diskusi, dan observasi langsung. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan kader desa yang memiliki ketertarikan terhadap pengelolaan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar, cara pembuatan, dan manfaat ekoenzim sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, serta agen pengurai limbah organik. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase hasil evaluasi pretest sebesar 45% meningkat menjadi 83% pada posttest. Peserta mampu mempraktikkan secara mandiri tahapan pembuatan ekoenzim menggunakan kulit nanas yang tersedia. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis sumber daya lokal serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026