Perkembangan globalisasi dan modernisasi telah memengaruhi pola konsumsi generasi muda, termasuk mahasiswa, yang cenderung mempertimbangkan aspek rasa, harga, tampilan, variasi topping, serta tren dalam memilih makanan. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi keberlangsungan jajanan tradisional lokal di tengah meningkatnya popularitas jajanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi kue lekker sebagai jajanan tradisional lokal di tengah popularitas crêpes sebagai jajanan modern pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap kedua produk tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa UPI yang pernah mengonsumsi kue lekker dan/atau crêpes. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi minat pembelian meliputi rasa, harga, tekstur, tampilan, variasi topping, porsi, dan kemudahan akses. Kue lekker dinilai memiliki keunggulan pada harga yang lebih terjangkau, cita rasa khas, tekstur renyah, kepraktisan, serta nilai nostalgia yang kuat. Sementara itu, crêpes lebih diminati karena tampilannya yang modern, ukuran yang lebih besar, dan variasi topping yang lebih beragam. Meskipun demikian, kue lekker masih mampu mempertahankan eksistensinya di kalangan mahasiswa dan tetap memiliki daya saing sebagai bagian dari warisan kuliner lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian jajanan tradisional perlu diimbangi dengan inovasi pada aspek rasa, tampilan, kemasan, dan promosi tanpa menghilangkan identitas budayanya agar tetap relevan dengan preferensi generasi muda.
Copyrights © 2026