Matcha semakin populer di kalangan mahasiswa, baik sebagai minuman yang dianggap menyehatkan maupun sebagai bagian dari tren gaya hidup modern. Meningkatnya konsumsi matcha menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang memengaruhi mahasiswa dalam memilih mengonsumsi matcha yang didasarkan pada pertimbangan kesehatan, rasa, atau pengaruh gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap konsumsi matcha serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mereka dalam mengonsumsi matcha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 80 mahasiswa yang pernah mengonsumsi matcha. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih menyukai matcha manis (83,8%) dibandingkan matcha tanpa gula (16,3%). Matcha tanpa gula dipersepsikan lebih sehat dan dikaitkan dengan manfaat seperti kandungan antioksidan, membantu menjaga berat badan, mengurangi stres, serta meningkatkan konsentrasi. Sementara itu, matcha manis lebih disukai karena rasanya yang lebih enak, memberikan pengalaman konsumsi yang menyenangkan, serta mampu memperbaiki suasana hati. Responden juga menilai matcha manis memiliki kemungkinan efek samping yang lebih tinggi, seperti gangguan lambung dan kesulitan tidur. Kesimpulannya, konsumsi matcha di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor kesehatan, preferensi rasa, dan tren gaya hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai kesehatan dan selera konsumen sama-sama berperan dalam membentuk pola konsumsi matcha di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026