Kegiatan pembiasaan di sekolah menjadi pendekatan pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk akhlak sopan santun siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan pembiasaan, menganalisis pembentukan akhlak sopan santun melalui kegiatan pembiasaan, dan mendeskripsikan akhlak sopan santun siswa di SMA Walisongo Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa. Data skunder diperoleh dari dokumen dan informasi yang mendukung penelitian ini. Analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan di SMA Walisongo Semarang melalui pembiasaan keagamaan, yaitu Mujahadah Asmaul Husna, Tadarus Juz ‘Amma, Tahlil, Maulid Dziba’, Infak shadaqoh, Shalat Dhuha dan Dhuhur, dan penerapan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Kegiatan pembiasaan keagaaman dimulai dari sosialisasi kepada siswa baru, dilaksanakan tiap hari dan diikuti oleh seluruh warga sekolah. Akhlak sopan santun siswa ditunjukkan dengan; terbiasa saling menyapa disertai dengan senyum, salam-salaman, mengucapkan terima kasih, mengormati guru, dan menghargai teman, serta kebiasaan berbahasa dengan sopan dan santun. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan pembiasaan menjadi pendekatan yang efektif dalam pendidikan karakter, khususnya dalam pembentukan akhlak sopan santun pada siswa.
Copyrights © 2026