Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kapasitas usaha mikro, khususnya pada praktik reselling produk Cimol Bojot Cihuy yang menjadi salah satu peluang wirausaha kuliner di lingkungan mahasiswa. Topik ini dipilih karena banyak calon pelanggan yang berminat terhadap produk tersebut, namun terhambat oleh jarak lokasi penjualan, sehingga diperlukan strategi distribusi dan pemasaran yang lebih efektif. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan studi kasus dan pendampingan langsung yang meliputi observasi lapangan, pemetaan masalah, serta implementasi strategi pemasaran digital dan layanan gratis ongkir sebagai daya tarik utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti WhatsApp Business dan Instagram mampu meningkatkan jangkauan promosi, sementara pemberian layanan gratis ongkir terbukti mendorong keputusan pembelian. Selain itu, tercatat tujuh transaksi awal yang menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan layanan dan strategi pemasaran berikutnya. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi pemasaran digital dan layanan yang responsif merupakan elemen penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, sekaligus memperlihatkan potensi usaha kuliner lokal untuk tumbuh lebih berkelanjutan melalui pendekatan manajemen yang tepat. Kata kunci: Pemasaran Digital, Pengabdian Mahasiswa, Reselling, Strategi Distribusi, Usaha Mikro.
Copyrights © 2026