Artikel ini mengkaji apresiasi prosa fiksi terhadap cerpen “Ido dan Laut” karya Sofianti menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan struktural memandang karya sastra sebagai struktur yang utuh dan terdiri atas unsur-unsur intrinsik yang saling berkaitan. Analisis dilakukan terhadap enam unsur intrinsik, yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini mengangkat tema trauma dan kehilangan yang dialami tokoh utama, Ido, akibat kematian ayahnya dalam peristiwa pengeboman ikan di laut. Alur campuran yang digunakan pengarang secara efektif menjelaskan perubahan karakter tokoh melalui teknik kilas balik. Latar pantai dan laut yang dominan mencerminkan budaya pesisir suku Bajo. Keseluruhan unsur intrinsik tersebut saling mendukung dalam membangun makna cerita yang utuh tentang trauma, kehilangan, dan relasi emosional manusia dengan alam. Simpulan artikel ini menegaskan bahwa pendekatan struktural memberikan pemahaman yang sistematis dan mendalam terhadap makna sebuah karya sastra.
Copyrights © 2026