I’jaz al-Qur’an merupakan sebuah disiplin ilmu yang mengkaji dimensi ketidakmampuan makhluk untuk menandingi Al-Qur’an sebagai bukti kebenaran kerasulan Muhammad saw. Salah satu faset kemukjizatan yang paling krusial namun sering kali diuji oleh para orientalis adalah dimensi berita ghaib masa lalu (al-anba’ al-ghaibiyyah al-madiyyah). Artikel ini bertujuan untuk membedah konstruksi epistemologis kemukjizatan historis Al-Qur'an dan relevansinya terhadap temuan arkeologi modern. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji narasi historis Al-Qur'an seperti kisah pelestarian jasad Firaun (Meneptah) dan eksistensi kaum 'Ad di kota Iram yang tidak terekam dalam kitab suci sebelumnya maupun memori kolektif Arab abad ke-7 M. Hasil kajian menunjukkan bahwa akurasi historis Al-Qur'an bukan sekadar transmisi dongeng masa lalu (asathir al-awwalin), melainkan argumen saintifik yang mutlak kebenarannya. Penelitian ini memberikan pemahaman baru bahwa ketepatan diksi sejarah Al-Qur'an berfungsi sebagai counter-narrative terhadap skeptisisme barat sekaligus menegaskan sumber ilahi wahyu.
Copyrights © 2026