Penggerek buah kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama pada budidaya kopi robusta karena menyerang langsung buah dan menurunkan mutu serta hasil produksi. Penggunaan atraktan menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan karena mampu menarik imago PBKo sebelum menggerek buah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas beberapa perlakuan atraktan dalam menekan populasi dan intensitas serangan PBKo pada tanaman kopi robusta. Penelitian dilakukan melalui pemasangan perangkap atraktan pada beberapa perlakuan, yaitu P1, P2, dan P3, serta kontrol tanpa atraktan, dengan pengamatan terhadap jumlah PBKo yang terperangkap, intensitas serangan, dan suhu selama periode pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji lanjut LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 merupakan perlakuan paling efektif dengan jumlah PBKo terperangkap tertinggi, yaitu 95,2 ekor, dan intensitas serangan terendah, yaitu 8,8%. Perlakuan P2 dan P3 masing-masing menangkap 77,8 ekor dan 72,2 ekor PBKo dengan intensitas serangan 19,2% dan 24,0%, sedangkan kontrol menunjukkan intensitas serangan tertinggi sebesar 35,2%. Suhu selama pengamatan berada pada kisaran 29–31 °C dan masih mendukung aktivitas PBKo, namun efektivitas atraktan lebih berperan dalam menentukan jumlah hama yang terperangkap. Perlakuan P1 dapat direkomendasikan sebagai atraktan paling efektif untuk menekan populasi dan serangan PBKo pada sistem budidaya kopi robusta.
Copyrights © 2026