Agief Julio Pratama
a:1:{s:5:"en_US";s:14:"IPB University";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Konsentrasi Atraktan Dalam Menekan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi Pada Sistem Budidaya Kopi Robusta Agief Julio Pratama; Muhammad Khalil Ar Rasyid Jamil
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12914

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama pada budidaya kopi robusta karena menyerang langsung buah dan menurunkan mutu serta hasil produksi. Penggunaan atraktan menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan karena mampu menarik imago PBKo sebelum menggerek buah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas beberapa perlakuan atraktan dalam menekan populasi dan intensitas serangan PBKo pada tanaman kopi robusta. Penelitian dilakukan melalui pemasangan perangkap atraktan pada beberapa perlakuan, yaitu P1, P2, dan P3, serta kontrol tanpa atraktan, dengan pengamatan terhadap jumlah PBKo yang terperangkap, intensitas serangan, dan suhu selama periode pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji lanjut LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 merupakan perlakuan paling efektif dengan jumlah PBKo terperangkap tertinggi, yaitu 95,2 ekor, dan intensitas serangan terendah, yaitu 8,8%. Perlakuan P2 dan P3 masing-masing menangkap 77,8 ekor dan 72,2 ekor PBKo dengan intensitas serangan 19,2% dan 24,0%, sedangkan kontrol menunjukkan intensitas serangan tertinggi sebesar 35,2%. Suhu selama pengamatan berada pada kisaran 29–31 °C dan masih mendukung aktivitas PBKo, namun efektivitas atraktan lebih berperan dalam menentukan jumlah hama yang terperangkap. Perlakuan P1 dapat direkomendasikan sebagai atraktan paling efektif untuk menekan populasi dan serangan PBKo pada sistem budidaya kopi robusta.