Kehidupan gereja telah mengalami perubahan besar sebagai akibat dari perkembangan era digital, terutama dalam hal bagaimana misi dan pelayanan dilakukan. Perempuan semakin aktif dalam pelayanan pastoral, penginjilan, pendidikan iman, pelayanan sosial, dan penggunaan media digital sebagai sarana penginjilan dan pelayanan di lingkungan ini. Namun, penelitian ini menemukan bahwa pemahaman teologis tentang kesetaraan dalam Missio Dei dengan praktik gereja berbeda, dan budaya patriarki terus berdampak padanya. Selain itu, wanita tidak cocok untuk pengambilan keputusan dan kepemimpinan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis peran perempuan dalam misi gereja di era digital dari perspektif teologi dan misiologi. Studi ini juga menyelidiki masalah dan peran perempuan modern dalam pelayanan gereja. Studi pustaka ini menggunakan pendekatan deduktif dan kualitatif. Banyak karya tentang teologi misi, teologi feminis, dan pelayanan digital gereja dikaji. Studi tersebut menemukan bahwa perempuan berperan penting dalam melaksanakan misi gereja, terutama dengan menggunakan media sosial, komunitas virtual, pelayanan online, dan membuat materi rohani di era digital. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi teologi misi harus dilakukan dengan cara yang lebih inklusif, kontekstual, dan transformatif agar gereja dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Misi Dei. Karena itu, penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi penting bagi gereja saat ini dalam membangun pelayanan yang relevan, inklusif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Copyrights © 2026