Manajemen program dan event merupakan unsur penting dalam menunjang efektivitas dan keberlanjutan pelayanan gereja. Program yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu tercapainya tujuan pelayanan, tetapi juga menjaga keterlibatan serta kesehatan pelayanan para relawan. Namun, dalam praktiknya, banyak gereja masih menghadapi persoalan dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik manajemen program dan event dalam organisasi gereja melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, di mana peneliti terlibat sebagai relawan pelayanan sekaligus pengamat reflektif, serta wawancara semi-terstruktur terhadap beberapa informan kunci yang terdiri dari ketua panitia, koordinator pelayanan, dan majelis pendamping. Lokasi penelitian adalah sebuah gereja perkotaan yang disamarkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah persoalan utama, antara lain ketidakjelasan tujuan program, penempatan relawan yang tidak berbasis kemampuan, koordinasi dan komunikasi yang bersifat informal, ketidakseimbangan beban kerja relawan, serta evaluasi program yang cenderung bersifat formalitas tanpa tindak lanjut. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem manajemen program gereja melalui perumusan tujuan yang jelas, penempatan relawan berbasis kompetensi, penyusunan SOP sederhana, pelatihan manajemen dan kepemimpinan bagi koordinator serta majelis, serta penerapan evaluasi program sebagai proses pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026