Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu intervensi sosial terbesar dalam sejarah pembangunan Indonesia dengan tujuan memperbaiki status gizi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional. Pada tahun 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat dan melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Namun, evaluasi implementasi tahun pertama menunjukkan bahwa tantangan keamanan pangan, tata kelola, rantai pasok, komunikasi publik, dan ketimpangan kapasitas antarwilayah masih menjadi perhatian utama. Policy brief ini menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun sistem pangan dan kebijakan gizi yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis evidence. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi, khususnya IPB University, memiliki posisi strategis sebagai knowledge producer, evaluator independen, pusat inovasi, penguat rantai pasok pangan, pengembang SDM, dan penyusun rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policy.
Copyrights © 2026