Surya Gentha Akmal
Divisi Manajemen Sumberdaya Perikanan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MEMBANGUN TATA KELOLA GARAM BERDAYA SAING Yonvitner; Surya Gentha Akmal
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i1.28765

Abstract

Negeri bahari impor garam, sungguh sebuah ironi ketika duapertiga wilayah kita adalah laut. Kenapa hal ini terjadi, jawabnya sederhana, yaitu karena tidak adanya keberpihakan kepada petambak garam atau nelayan skala kecil. Untuk itu perlu sebuah telaah yang substansial untuk penyelesaian persoalan garam nasional ini. Setidaknya ada 5 langkah intervensi untuk menyelesaikan persoalan garam nasional dengan 3 dimensi tata kelola untuk menjadikan petambak garam lebih berdaya. Hanya dengan merubah konsep tata kelola ini, kita akan mampu mendorong sistem usaha tambak garam dan petambak yang berdaya saing. Kata Kunci: Garam, Intervensi, Tata Kelola, Dimensi Usaha, Berdaya Saing
Intrinsic Vulnerability of Artisanal Fisheries Record from Banyusangka Fish Landing Port, Madura Island Mr. Yonvitner; Nandi Syukri; Surya Gentha Akmal; Rizka Fadlian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.25

Abstract

Fishery activities are currently dominant, causing production intensity and then potential to increase risk and vulnerability. The vulnerability study conducted in Banyusangka aims to know the effect of capture intensity on potential vulnerabilities. The results of the study shown that species vulnerability scores ranged from 15-83 with the highest risk of susceptibility are Sphyraena sp. While the vulnerability of fishing gear between 36-57 is the highest type of fishing gear trammel net. The increase of vulnerability also potential of risk and sustainability of stock.  These reasons why we need monitor every fishing operation to ensure fisheries activity manage well.
Spatial Distribution of Fish Abundance in Sunda Strait: Distribusi Spasial Kelimpahan Sumberdaya Ikan di Perairan Selat Sunda Surya Gentha Akmal; Achmad Fahrudin; Syamsul Bahri Agus
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3739.624 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v1i1.20150

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu sistem informasi yang sedang berkembang pesat saat ini dan banyak dimanfaatkan untuk analisis dan pemetaan sumberdaya alam, termasuk di dalamnya melakukan penyajian data potensi perikanan berbasis data spasial. Tujuan penelitian ini, yaitu menyajikan analisis hasil survei akustik dalam pendugaan potensi perikanan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2013. Pada Bulan Mei, nilai fluktuasi kelimpahan ikan terbesar terdapat pada kedalaman 64–84 m diikuti oleh kedalaman 4–24 m, sedangkan kelimpahan ikan dengan nilai terkecil terdapat pada kedalaman 44–64 m. Fluktuasi kelimpahan ikan pada bulan Juni menggambar-kan rata-rata kelimpahan terbesar pada kedalaman 4–24 m, kemudian nilai rata-rata kelimpahan terkecil terdapat pada kedalaman 64–84 m. kemudian, fluktuasi kelimpahan ikan pada bulan Juli terlihat bahwa kelimpahan terbesar berada pada kedalaman 4–24 m sebesar 19167 ikan/1000m3. Ratarata sebaran kelimpahan ikan bulan Agustus, kelimpahan rata-rata sebesar 3114 ikan/1000 m3 dengan kategori melimpah. Hampir seluruh wilayah yang di survei dengan metode akustik cocok dijadikan sebagai wilayah penangkapan.
Vulnerability of Bycatch Tuna Fisheries from Hindian Ocean: Evidance from Pelabuhanratu Landing Port: Kerentanan Perikanan Bycatcth Tuna dari Samudera Hindia: Evidance dari Pelabuhan Perikanan Pelabuhanratu Yonvitner Yonvitner; Masykur Tamanyira; Wawan Ridwan; A Habibi; Destilawati Destilawati; Surya Gentha Akmal
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3339.643 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i1.25309

Abstract

Perikanan tuna dengan alat tangkap tonda, longline dan payang juga turut menangkap bycatch tuna. Bycatch tuna yang sering tertangkap adalah baby tuna, lemadang dan ikan cakalang yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko dan kerentanan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menentukan tingkat resiko kerentanan dengan pendekatan analsisi produktivitas dan suseptabilitas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2013 di Pelabuhanratu. Analisis kerentanan dengan data produkitivitas dan suseptabilitas menggunakan software PSA NOAA. Tingkat kerentanan menunukan hasil yang relatif sama yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) 1,14, ikan lemadang (Coryphaena hippurus) 1,38, baby tuna (Thunnus albacores) 1,41. Secara keseluruhan nilai menunjukan tingkat resiko rendah dan kerentanan ikan bycatch tuna masih berpotensi berkelanjutan.
Population Structure of Capture Fish at Madura Strait Water: Struktur Populasi Ikan Tangkapan Diperairan Selat Madura Surya Gentha Akmal; Rikza Fadlian; Ageng Dwi Prismayanti; Siti Mira Rahayu
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4348.541 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29582

Abstract

Sebagai sumberdaya yang terbarukan, sumberdaya ikan Selat Madura sangat penting arti keberadaaanya bagi penopang kehidupan masyarakat sekitarnya. Informasi mengenai sumberdaya ikan diperlukan untuk merancang setiap aktivitas yang sedang dan akan datang. Untuk itu diperlukan penelitian tentang status dan kelimpahan ikan baik kelompok ikan pelagis, demersal, dan ikan berbasis data pendaratan ikan nelayan Kegiatan penelitian ini dilakukan dikawasan Selat Madura. Tujuam dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui densitas dan atau kelimpahan sumberdaya ikan dari perairan di Selat Madura. Lokasi dipilih berdasarkan pertimbangan aktivitas perikanan yang menjadi pusat pendaratan ikan nelayan di lima lokasi tersebut. Laju eksploitasi sudah sangat besar sehingga mengindikasikan telah terjadinya over fishing di perairan Selat Madura. Jika penangkapan tidak dikendalikan dan eksploitasi tidak di tekan maka kelimpahan ikan semakin lama akan semakin sedikit bahkan bisa terjadi suatu saat kelimpahan ikan akan habis. Nilai MSY untuk Kabupaten Gresik sebesar 57.497.731 Kg/tahun dengan nilai kelimpahan sebesar 465.742.021 individu/tahun, Kabupaten Pasuruan sebesar 8.217.100,1 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 140.329.037 individu/tahun, Kabupaten Situbondo sebesar 1.862.497,88 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 30.029.221 individu/tahun. Untuk Kabupaten Sampang nilai MSY yang diperoleh sebesar 42.070.001,34 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 362.285.155 individu/tahun, sedangkan Kabupaten Sumenep sebesar 23.024.089,78 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 413.025.200 individu/tahun.
The Vulnerability of Bycacth Tuna of Handline Fishing in Southern Indian Ocean: Recorded in Sendang Biru Landing Port-Malang: Kerentanan Bycatch Tuna Dari Perikanan Handline di Selatan Samdera Hindia: Pencatatan Pelabuhan Sendang Biru-Malang Yonvitner Yonvitner; Rahmat Kurnia; Mennofatria Boer; Helmy Akbar; Surya Gentha Akmal
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i2.32945

Abstract

Bycatch tuna is an important commercial fish commodity in the Indian Ocean tuna fishery. Tuna bycatch fishing activity also has an impact on the decline in stocks, making it vulnerable and potentially unsustainable. This study aims to analyze the level of vulnerability of tuna side-caught fish, which was conducted in Sendangbiru Malang in July 2013. Vulnerability analysis using the Euclidean distance approach with productivity and susceptability data using PSA software. The catch of bycacth tuna is skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), lemadang fish (Coryphaena hippurus), baby tuna (Thunnus albacores). The results of the vulnerability analysis showed that the level of vulnerability obtained was 1.66 for baby tuna, 1.27 for lemadang and 1.42 for skipjack. Overall, the vulnerability index value is still low from 1.8 where the stock is classified as low susceptibility and the potential for tuna bycatch is still potentially sustainable and does not lead to overfishing.
Intrinsic Vulnerability of Artisanal Fisheries Record from Banyusangka Fish Landing Port, Madura Island Yonvitner, Mr.; Syukri, Nandi; Akmal, Surya Gentha; Fadlian, Rizka
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.25

Abstract

Fishery activities are currently dominant, causing production intensity and then potential to increase risk and vulnerability. The vulnerability study conducted in Banyusangka aims to know the effect of capture intensity on potential vulnerabilities. The results of the study shown that species vulnerability scores ranged from 15-83 with the highest risk of susceptibility are Sphyraena sp. While the vulnerability of fishing gear between 36-57 is the highest type of fishing gear trammel net. The increase of vulnerability also potential of risk and sustainability of stock.  These reasons why we need monitor every fishing operation to ensure fisheries activity manage well.
Characteristics of Marine Mammal Habitat in Bintuni Bay Ari Gunawan Wardhana; Yonvitner, Yonvitner; Akmal, Surya Gentha
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 9 No 2 (2025): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v9i2.363696

Abstract

Bintuni Bay is one of the most important areas in Eastern Indonesia with high ecological potential, especially for marine mammals. This study aims to observe the presence of marine mammals and analyse water quality characteristics in Bintuni Bay to understand the environmental dynamics that affect the presence of marine mammals. Marine mammal observations were conducted along a predetermined pathway and seawater quality sampling was conducted at 16 points. Environmental parameters analysed included temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen (DO), chlorophyll-a and depth. Parameter determination was based on previous studies of key environmental parameters for marine mammal habitat and available data. Results showed that marine mammals in Bintuni Bay were found in the turbidity interval of 0.2 -16.7 NTU, temperature 24.7-27.4 0C, salinity 21.9 - 29.3 ppt, dissolved oxygen 4.10 - 6.30 mg/L, chlorophyll-a 5.38-49.10 µg/L and depth 10-51 m. This data can be utilized to conduct better environmental management for marine mammals as economic activities in Bintuni Bay increase in the future.
Evaluasi MBG dan Penguatan Peran Strategis Perguruan Tinggi Indonesia Epi Taufik; Muhammad Firdaus; Drajat Martianto; Doni Yusri; Dwi Retno Hapsari; Surya Gentha Akmal; Anuraga Jayanegara; Eny Widiya Astuti; Bunga Anggraeny; Nabilah Zulfah Ramadhani; Nurdatul Akmam; Puput Lestari; Risa Nur Hidayah; Sri Wahyuni; Husayn Musarraf
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 2 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0802.1658-1665

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu intervensi sosial terbesar dalam sejarah pembangunan Indonesia dengan tujuan memperbaiki status gizi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional. Pada tahun 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat dan melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Namun, evaluasi implementasi tahun pertama menunjukkan bahwa tantangan keamanan pangan, tata kelola, rantai pasok, komunikasi publik, dan ketimpangan kapasitas antarwilayah masih menjadi perhatian utama. Policy brief ini menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun sistem pangan dan kebijakan gizi yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis evidence. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi, khususnya IPB University, memiliki posisi strategis sebagai knowledge producer, evaluator independen, pusat inovasi, penguat rantai pasok pangan, pengembang SDM, dan penyusun rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policy.