Anak tunarungu sering mengalami tantangan dalam perilaku sosial dan emosi, salah satunya adalah rendahnya rasa percaya diri yang disebabkan oleh keterbatasan komunikasi verbal dan pemahaman terhadap lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri anak tunarungu melalui penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menganalisis isi film The SuperDeafy Movie untuk mengidentifikasi interaksi, pola asuh, dan bentuk dukungan orang tua yang berdampak terhadap perkembangan rasa percaya diri anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik, terutama melalui bahasa isyarat yang digunakan secara intensif oleh orang tua, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan diri anak tunarungu. Selain itu, penempatan anak dalam lingkungan pendidikan yang sesuai, seperti kelas khusus, serta perhatian dan kasih sayang yang konsisten dari orang tua terbukti mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Pengenalan terhadap komunitas tunarungu juga memperluas dunia sosial anak dan menumbuhkan rasa diterima. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, dukungan emosional, serta pemahaman terhadap kebutuhan anak sebagai kunci dalam membangun kepercayaan diri anak tunarungu. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk terus mendampingi anak dengan pendekatan yang inklusif, responsif, dan penuh kasih sayang.
Copyrights © 2025