Industri fashion lokal berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk dalam negeri dan perubahan perilaku belanja di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat konsumen mahasiswa terhadap produk fashion lokal UMKM, mengkaji kesesuaian antara harga pokok produksi dengan kemampuan beli konsumen, mengidentifikasi preferensi model dan kualitas produk yang paling diminati, serta merumuskan strategi pengembangan UMKM fashion yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei yang dilaksanakan di kawasan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada bulan Mei 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 12 responden yang terdiri dari 3 pelaku UMKM fashion dan 9 konsumen mahasiswa. Objek penelitian meliputi tiga UMKM fashion, yaitu Almira, Aitemu Thrift Shop, dan toko fashion di area depan Kampus UHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden konsumen (100%) memberikan penilaian baik hingga sangat baik terhadap kualitas produk, pelayanan, dan harga yang ditawarkan ketiga UMKM tersebut. Kualitas produk dan kesesuaian model dengan tren terkini menjadi faktor dominan dalam keputusan pembelian konsumen. Aitemu Thrift Shop menunjukkan performa bisnis tertinggi dengan omzet ±Rp80.000.000 per bulan, mengindikasikan besarnya pasar produk fashion preloved di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM fashion lokal di lingkungan kampus memiliki potensi berkembang yang besar apabila didukung oleh strategi pemasaran digital yang terencana, inovasi produk yang konsisten, dan pembangunan brand identity yang kuat.
Copyrights © 2026