Anemia pada masa kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya menurunkan angka anemia pada ibu hamil, namun keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional dan dilaksanakan di Puskesmas Jembatan Kembar pada bulan Juli 2025. Jumlah sampel sebanyak 57 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil univariat didapatkan kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sebesa 375, pendidikan tinggi 88%, tidak bekerja 84%, tidak anemia 68% dan dukungan baik 68%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Dukungan keluarga juga memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,710). Sementara itu, pendidikan (p-value = 0,700) dan pekerjaan (p-value = 0,161) tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status anemia berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil sedangkan status pendikan, pekerjaan dan dukungan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Copyrights © 2026