Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Deteksi Dini Risiko Kehamilan dengan Pemeriksaan Hb dan Konseling Tanda Bahaya di Desa Lembar Selatan Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati; Raudatul Jannah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1717

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di negara berpenghasilan rendah-menengah, termasuk Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan konseling tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal. Tujuan Studi: Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi anemia serta memberikan konseling tanda bahaya kehamilan dan suplementasi zat besi pada ibu hamil di Desa Lembar, Lombok Barat. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif partisipatif dengan pelayanan langsung tatap muka. Subjek sebanyak 30 ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pemeriksaan Hb menggunakan hemoglobinometer digital, konseling individual berbantuan leaflet (8 tanda bahaya), serta pemberian tablet tambah darah (60 mg Fe + 0,4 mg asam folat) bagi ibu dengan Hb <11 g/dL. Tidak ada pemeriksaan ulang atau pemantauan hari ke-14. Hasil: Seluruh 30 ibu hamil hadir (cakupan 100%). Prevalensi anemia sebesar 60,0% (18 orang), terdiri dari anemia ringan (33,3%), sedang (23,3%), dan berat (3,3%). Anemia tertinggi pada trimester 3 (70,0%). Seluruh peserta anemia mendapat suplementasi, satu kasus anemia berat dirujuk. Semua ibu menerima leaflet dan menyatakan memahami minimal 6 dari 8 tanda bahaya. Tidak ada kegagalan pemeriksaan Hb. Kesimpulan: Integrasi pemeriksaan Hb dan konseling tanda bahaya efektif untuk deteksi dini anemia di komunitas. Angka anemia yang tinggi memerlukan intervensi berkelanjutan, pemantauan kepatuhan, dan dukungan keluarga.
Analisis Multivariat: Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas  Karang Pule Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1062

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule, Kota Mataram. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri (LILA dan tinggi badan ibu), serta pencatatan data sekunder dari buku KIA. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu (LILA), kesehatan anak, dan asupan makanan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p < 0,05). Ibu dengan kekurangan energi kronis (KEK) memiliki risiko hampir empat kali lebih tinggi memiliki anak stunting, anak dengan riwayat kesehatan buruk berisiko lebih dari tiga kali lipat, dan anak dengan asupan makanan kurang berisiko hampir empat kali lipat mengalami stunting. Kesimpulannya, status gizi ibu, kesehatan anak, dan asupan makanan merupakan determinan utama stunting. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan gizi ibu hamil, perbaikan kesehatan anak, dan pemenuhan gizi seimbang melalui edukasi serta pemberdayaan keluarga.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Susilia Idyawati; Baiq Ricca Afrida; Sri Hawari Jannati; Nina Zalfa Khairunnisa; Raudatul Jannah; Ni Putu Aryani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1213

Abstract

Anemia pada masa kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya menurunkan angka anemia pada ibu hamil, namun keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional dan dilaksanakan di Puskesmas Jembatan Kembar pada bulan Juli 2025. Jumlah sampel sebanyak 57 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil univariat didapatkan kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sebesa 375, pendidikan tinggi 88%, tidak bekerja 84%, tidak anemia 68% dan dukungan baik 68%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Dukungan keluarga juga memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,710). Sementara itu, pendidikan (p-value = 0,700) dan pekerjaan (p-value = 0,161) tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status anemia berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil sedangkan status pendikan, pekerjaan dan dukungan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan.
ANALISIS DESKRIPTIF KUANTITATIF TERHADAP DISTRIBUSI DAN FAKTOR PENGHAMBAT PEMBERIAN IMUNISASI TETANUS TOXOID (TT) PADA IBU HAMIL Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati; Raudatul Jannah
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 2 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i2.5783

Abstract

Neonatal tetanus is one of the leading causes of neonatal mortality due to Clostridium tetani infection, which commonly occurs as a result of non-sterile deliveries. Tetanus Toxoid (TT) immunization serves as the primary preventive measure by providing protection for pregnant women and their fetuses through antibody transfer. Although TT immunization has been recommended by the WHO and the government, its coverage remains low in certain regions. Therefore, this study aims to analyze the distribution of TT immunization among pregnant women and identify the factors contributing to the lack of immunization uptake. This study employs a descriptive quantitative method, collecting data through surveys conducted among 77 pregnant women in Lembar Selatan Village, Lembar District. The data were analyzed using frequency distribution and percentage calculations. The results indicate that 53% of pregnant women had not received TT immunization, with the primary reason being fear of side effects (85%). Additionally, a small proportion of respondents did not receive immunization due to insufficient gestational age (10%) and unavailability of the vaccine (5%). In conclusion, the low coverage of TT immunization in Lembar Selatan Village is influenced by concerns over side effects, despite a relatively high awareness of its benefits. Therefore, enhanced education and more intensive socialization efforts by healthcare workers, as well as improved access to immunization services for pregnant women, are necessary.
OPTIMALISASI ASUPAN GIZI BALITA STUNTING MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN MENU SEIMBANG BERBASIS PANGAN LOKAL Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Institut Kesehatan Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.571

Abstract

Stunting in toddlers is a condition of growth failure due to chronic malnutrition over a long period of time, that can be made to prevent stunting include providing health education and training. The purpose of this community service was to provide information and training on preparing balanced menus based on local foods to mothers with toddlers. This activity was carried out in Lembar Selatan Village, Lembar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province in September 2025. The target of this activity is 30 mothers with toddlers. The methods used are health education, discussion and training. The results of the measurement showed that there was an increase in understanding of mothers with toddlers about preparing balanced menus based on local foods by 40% (the average initial measurement value was 40 and the average final measurement value was 80). Attitudes also showed an increase of 38% and skills increased by 100%. This demonstrates that health education and training are effective in improving mothers with toddlers' understanding, attitudes, and skills regarding preparing balanced menus based on local foods