Etika politik Melayu merupakan sistem nilai yang terbentuk dari integrasi antara adat dan ajaran Islam yang menempatkan moralitas sebagai dasar dalam praktik kekuasaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep etika politik Melayu, transformasinya dalam konteks modern, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat lokal dengan fokus pada Desa Tulung Selapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis deskriptif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kesopanan (adab), musyawarah, dan amanah masih bertahan dalam praktik sosial masyarakat, namun mengalami pergeseran akibat modernisasi dan pragmatisme politik. Artikel ini menegaskan bahwa etika politik Melayu tetap relevan, tetapi memerlukan reinterpretasi agar selaras dengan prinsip demokrasi modern seperti transparansi dan akuntabilitas.
Copyrights © 2026