Dinamika perilaku konsumen di era digital, khususnya pada platform e-commers dengan konsep persepsi konsumen yang dimaknai sebagai proses psikologis dalam mengolah informasi terkait kualitas situs, keamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi. Adanya persepsi positif terbukti menjadi pendorong utama niat beli, di mana faktor kualitas produk dan kepercayaan merek memegang peranan krusial dalm meminimalisir persepsi risiko yang mungkin dirasakan pelanggan. Pada karakteristik Generasi Z sebagai kelompok digital native yang memiliki pola pikir teknosentris. Generasi Z menuntut efisiensi tinggi dan kepuasan instan dalam setiap transaksi, namun tetap bersikap pragmatis dengan mempertimbangkan stabilitas finansial dan nilai etis dari sebuah merek. Shopee sebagai platform utama yang dibahas, berhasil menyasar karakteristik melalui integrasi fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video yang menggabungkan aspek hiburan dengan kegiatan belanja, serta strategi promosi tematik seperti kampanye angka kembar. Kemudian hal tersebut menghubungkan bagaimana berbagai program strategis tersebut memengaruhi keputusan pembelian. Keputusan ini tidak hanya sekedar transaksi, melainkan sebuah proses yang melibatkan pengenalan masalah hingga evaluasi pasca-pembelian. Melalui skema gratis ongkir dan cashback, Shopee berhasil membangun persepsi value for money yang kuat di mata konsumen. Selain itu, penggunaan mekanisme flash sale secara efektif menciptakan urgensi atau fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang menekan perilaku menunda-nunda, sehingga mendorong Generasi Z untuk mengambil keputusan pembelian secara lebih spontan dan cepat.
Copyrights © 2026