Latar belakang: Pre-eklamsia merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas bagi ibu hamil dan janin di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko jumlah gravida dengan kejadian pre-eklamsia serta pengaruh musim terhadap pre- eklamsia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat retrospektif. Data diambil dari catatan medis ibu hamil dengan pre-eklamsia pada bulan November 2023 sampai Oktober 2024. Sampel terdiri dari 94 kasus yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Preeklamsia sering terjadi pada primigravida selama musim hujan dan multigravida musim kemarau. Analisis korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan yang berarti antara jumlah gravida dengan pre-eklamsia, baik pada musim hujan (p=0,140) maupun pada musim kemarau (p=0,811). Namun, ditemukan hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah kehamilan, pada musim hujan (r=0,394; p=0,007), dan hampir signifikan pada musim kemarau (r=0,280; p=0,052), menunjukkan bahwa jumlah kehamilan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Kesimpulan: jumlah gravida dan musim tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pre-eklamsia. Pre-eklamsia adalah kondisi yang melibatkan banyak faktor, seperti usia, riwayat hipertensi, status nutrisi dan faktor lingkungan. Maka pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan kehamilan secara teratur sangat berarti dalam upaya mencegah komplikasi kehamilan.
Copyrights © 2026