p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medis Umum
Basoeki , Rijanto Agoeng
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kelangkaan Pada Komplikasi Multisistem Kehamilan : Studi Case Report pada PPCM, SN, dan RHD Basoeki , Rijanto Agoeng; Akbar , Mochammad Afif Amrullah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i1.25638

Abstract

Kehamilan dapat memicu komplikasi kardiovaskular dan ginjal, seperti peripartum cardiomyopathy (PPCM), sindrom nefrotik (SN), dan penyakit jantung rematik (RHD), yang meningkatkan risiko bagi ibu dan janin. PPCM terjadi akibat gagal jantung di akhir kehamilan atau pasca persalinan, sedangkan SN ditandai dengan proteinuria dan edema. RHD dapat memperparah kondisi ini, terutama dengan adanya stenosis mitral. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis serta managemen komplikasi pada kehamilan. Seorang wanita berusia 37 tahun, G2P1, usia kehamilan 33 minggu datang dengan keluhan perut kencang dan sesak nafas. Keluhan disertai demam, lemas, dan bengkak pada tungkai bawah. Pemeriksaan didapatkan tekanan darah tinggi, proteinuria serta ditemukan pembesaran jantung dan mitral stenosis dari hasil ekokardiografi. Pemeriksaan obstetri ditemukan bayi dengan DJJ 117 bpm dan kepala belum memasuki pintu atas panggul. Penanganan kehamilan dengan komplikasi seperti peripartum cardiomyopathy (PPCM), sindrom nefrotik (SN), dan penyakit jantung rematik (RHD) memerlukan pendekatan multidisiplin yang ketat. Pemantauan fungsi kardiovaskular dan ginjal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kata kunci: Peripartum kardiomiopati, Sindrom Nefrotik, Rheumatic Heart Disease, Mitral Stenosis, komplikasi kehamilan.
Miopia Tinggi pada Kehamilan : Case Report Basoeki , Rijanto Agoeng; Ramadhani , Devi Eka; Tarina, Nadia; Aisyah , Nabilla Nur
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i1.25643

Abstract

Background: High Myopia (HM), defined as a myopic refractive error of ≥6 diopters (D) or an axial length (AL) greater than 26.5 mm, is associated with various typical pathological changes, such as fundus tessellation, conus, macular lesions, as well as peripheral retinal and choroidal lesions. The choroid and retina are thought to be vulnerable to the effects of pregnancy. HM is associated with retinal changes, and patients with HM have a high risk of experiencing retinal detachment. Objective : This case report aims to describe high myopia in pregnancy. Case Presentation : A 23-year- old woman, GIP00000, at 37 weeks of gestation, came to the emergency department of Dr. Soegiri Lamongan General Hospital with complaints of intense abdominal tightness and swollen, painful feet. Her vision appeared blurred. High blood pressure was noted in the third trimester. An obstetric examination showed that the fetal head had not entered the pelvic inlet. Clinical symptoms included blurred vision, with visual acuity results of VOD -8.00 D and VOS -8.00 D. Conclusion : High myopia in pregnancy is a rare case. Diagnosis is based on patient history, clinical symptoms, and supportive examinations. High myopia is not a contraindication for normal delivery. However, high myopia poses a significant risk during pregnancy, which was considered as a basis for a cesarean section to reduce risks in our case. Keywords : Myopia, pregnancy, High Myopia in Pregnancy, retinal detachment.
Case Report: Megasystis Janin pada Kehamilan Gemelli Terkait Kelainan Kongenital dan Outcome Obstetri Agoeng Basoeki, Rijanto; Annisya, Emmy Indri
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25936

Abstract

Background: Megacystis is a congenital lower urinary tract obstruction (CLUTO) disorder diagnosed via ultrasound, with bladder enlargement detectable from 10 weeks of gestation. Although easily identified through imaging, its management is complex due to varying etiologies. This condition can impact fetal development, necessitating further understanding. Objective: This case report describes the diagnosis of fetal megacystis in a twin pregnancy. Case Presentation: A 27-year-old woman at 8 months of gestation presented to Fatimah Hospital, Lamongan, with abdominal tightness and vaginal bleeding. Obstetric examination revealed a twin pregnancy at 33 weeks, with Fetus I in an oblique lie, low-lying placenta, and sufficient amniotic fluid, while Fetus II was in a cephalic position with suspected intrauterine fetal death (IUFD). Ultrasound confirmed megacystis in Fetus I, leading to an emergency cesarean section. Baby I was born weighing 2100 grams with Apgar scores of 5-6, while Baby II, diagnosed with fetal megacystis, was stillborn at 500 grams. Conclusion: Megacystis, defined as bladder enlargement >7 mm between 1-18 weeks of gestation, poses significant risks to fetal development. Its prognosis depends on bladder size and underlying causes. Twin pregnancies have a higher incidence of congenital abnormalities due to embryogenesis failure. Delivery mode should consider fetal position, heart rate monitoring, and maternal-fetal status.
Intrauterine Fetal Death pada Ibu hamil dengan Diabetes Gestasional dan Superimposed Preeklampsia di Rumah Sakit Ibu dan Anak Fatimah, Lamongan : Case Report Agoeng Basoeki, Rijanto; Kamula Dina, Indah; Finishia Ningtias Adinda, Citra; Jamil, Ahmad Mochtar
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.26278

Abstract

Latar Belakang : Gestational Diabetes Mellitus (GDM) didefinisikan sebagai suatu derajat intoleransi glukosa yang timbul atau pertama kali dikenali pada masa kehamilan yang merupakan penyebab klinis yang paling umum dari kelahiran prematur, gangguan hipertensi pada kehamilan, kelainan cairan ketuban, gawat janin, hambatan pertumbuhan janin, makrosomia, dan Intrauterine Fetal Death (IUFD). Sedangkan superimposed Preeklampsia didefinisikan sebagai memburuknya tekanan darah pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu dengan timbulnya proteinuria atau meningkatnya proteinuria dan keterlibatan organ lain sesuai dengan preeklampsia. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kejadian Gestasional Diabetes dan Superimposed Preeklampsia dengan kejadian Intrauterine Fetal Death (IUFD) dalam kehamilan. Presentasi Kasus : Perempuan usia 35 tahun GIIP10000 UK 28 minggu T/H/IU ke IGD RS Ibu dan Anak Fatimah Lamongan mengeluhkan kenceng kenceng dan keluar darah banyak pervaginam bergumpal warna merah kehitaman serta tidak merasakan gerakan bayi dalam kandungan sejak 2 hari belakangan. Kesimpulan : Gestational Diabetes Mellitus (GDM) adalah kasus yang banyak ditemukan di kalangan masyarakat. Diagnosa ditentukan berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang. GDM juga meningkatkan resiko terjadinya resiko superimposed preeklampsia pada ibu dengan hipertensi kronik. Risiko kematian fetal pada wanita hamil dengan GDM dan Superimposed Preeklampsia lebih tinggi daripada risiko pada wanita dengan kehamilan normal.
Sifilis Laten Pada Kehamilan : Case Report Agoeng Basoeki, Rijanto; Nadiatul, Adisty; Amelia, Kamila; Tri Wahyuni, Kartika
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28593

Abstract

Background: Latent syphilis is asymptomatic and only shows reactive serological test results. Syphilis in pregnancy can cause recurrent abortion, neonatal morbidity and mortality. Objective: To report a case of latent syphilis in pregnancy. Case Presentation: A 27-years old woman, GIIIP20002, at 38 weeks of gestation, came to the emergency department at Soegiri Hospital, with reactive syphilis. Currently the patient does not complain of any complaints. The patient was screened for syphilis during the first antenatal visit at the health facility. Dermatological and venereological status were within normal limits. Laboratory test results VDRL/RPR reactive 1:16. TPHA reactive 1:5120. Benzathine penicillin is the main therapy in the treatment of syphilis in pregnant women. Conclusion: Latent Syphilis in pregnancy is the most common congenital infection worldwide and has tremendous consequences for the mother and her developing fetus if left untreated. The diagnosis is based on reactivity Treponemal and nonTreponemal serological test result. Therefore, the choice of caesarean section is the main choice to reduce the risk of transmission to the fetus.