Dampak negatif merokok telah banyak diketahui, namun prevalensi perokok di Indonesia masihtergolong tinggi dan bahkan mulai terjadi pada usia yang semakin muda. Fenomena yangmengkhawatirkan saat ini adalah munculnya perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok anak sekolah dasar danlingkungan sosialnya serta mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dansikap tentang merokok. Desain penelitian ini adalah pre-experimental dengan pendekatan onegroup pretest-posttest. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi aktif Sekolah Dasar Negeri177 Inpres Bolo Desa Banggae. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak30 responden. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat (uji Wilcoxon).Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 30,0% responden yang sudah pernah mencobarokok dan 10,0% masih merokok dalam 30 hari terakhir. Lebih dari 50,0% responden memilikilingkungan sosial (teman dan orang tua) merokok. Hasil uji bivarat menunjukkan bahwa tidakada pengaruh edukasi kesehatan dengan pengetahuan tentang bahaya merokok (p-value =0,754) dan ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap sikap tentang merokok pada respondenanak sekolah dasar (p-value = 0,033). Pengembangan metode intervensi edukasi kesehatanperlu diteliti lebih lanjut dengan menyesuikan karakter anak, serta diperlukan upayapencegahan yang lebih terintegrasi dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan kebijakanpemerintah guna menekan angka perokok usia dini.
Copyrights © 2026