Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS BONTONOMPO II KABUPATEN GOWA TAHUN 2018. Hamzah, Hadzmawaty Amma; Wahyoenie, Shandra Wahyoenie Shandra
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 2, No 2 (2018): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.612 KB) | DOI: 10.3788/164

Abstract

Anemia pada kehamilan disebabkan karena kekurangan zat besi. Macam-macam anemia yaitu anemia ringan: Hb 9-10 g%, anemia sedang: Hb 7- 8 g%, anemia berat: Hb <7 g%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia dalam kehamilan berdasarkan umur, pendidikan dan paritas ibu di Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi 53 orang dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Menggunakan data sekunder dan analisa secara univariat. : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kejadian anemia berdasarkan kelompok umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 33 ibu hamil (62,3%), kebanyakan diantaranya  mengalami anemia ringan yaitu sebanyak 30 orang (56,6%). Gambaran kejadian anemia berdasarkan pendidikan rendah yaitu Tidak Sekolah, SD dan SMP sebanyak 28 orang (52,8%), kebanyak diantaranya mengalami anemia ringan yaitu sebanyak 20 orang (37,7%). Gambaran kejadian anemia anemia berdasarkan paritas risiko tinggi dengan paritas 1 dan >3 yaitu sebanyak 28 ibu hamil (52,8%), kebanyakan diantaranya mengalami anemia ringan yaitu sebanyak 22 orang (41,5%). disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur dan bagi bidan dapat memberikan pelayanan Antenatal serta penyuluhan utamanya kepada mereka yang beresiko tinggi.
PENGARUH RESPONSE TIME TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSKD IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR Hamzah, Hadzmawaty; Mahfudah, Ulfah; Liliskarlina, Liliskarlina; Mufidah, Hilyatul
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 4, No 1 (2020): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v4i1.347

Abstract

Pendahuluan : Response time merupakan kecepatan dalam penanganan pasien dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan. Fenomena yang sering terjadi di IGD terkait response time adalah kecemasan pasien tentang penanganan gawat darurat. Salah satu indikator mutu pelayanan berupa response time atau waktu tanggap yang merupakan indikator proses untuk mencapai indikator hasil, yaitu kelangsungan hidup. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh response time terhadap kepuasan pasien di pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar. Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel 104 responden yang berada di IGD. Penelitian ini menggunakan metode uji statistik yaitu uji t dengan kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian ada pengaruh yang bermakna (signifikan) antara response time perawat dengan kepuasan pada pasien, diperoleh nilai thitung -1,914 < ttabel 1,659 dengan nilai ρ 0,000 < α 0,05.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEKAI KABUPATEN YAHUKIMO PROVINSI PAPUA Liliskarlina, Liliskarlina; Mahfudah, Ulfah; Hamzah, Hadzmawaty; Wanimbo, Prince
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 5, No 2 (2021): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v5i2.429

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan secara global. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istiraha. Tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua.Desain penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 82 responden yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua. Penelitian ini menggunakan metode uji statistik yaitu Chi Square dengan kemaknaan 0,05. Hasil penelitian: 1) Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian hipertensi pada lansia dimana didapatkan nilai ρ= 0,28 > α= 0,05. 2) Ada hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia dimana didapatkan nilai ρ= 0,00 < α= 0,05. 3)Ada hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia dimana didapatkan nilai ρ= 0,00 < α= 0,05.Saran: Bagi lansia, bagi responden (lansia) hendaknya lebih aktif dalam melakukan aktivitas fisik seperti bersepeda, berlari santai, jalan kaki minimal 10 menit serta rutin mengikuti Prolanis untuk menunjang dalam menjaga kesehatan. Bagi Petugas medis, bagi petugas medis perlu lebih memotivasi dan memberi rekomendasi aktivitas yang dapat dilakukan lansia agar lansia dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan tidak mengganggu kesehatannya. Bagi peneliti, bagi peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian mengenai tingkat aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia perlu lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang mungkin dapat membuat bias pada hasil penelitian.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN PADA PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) Hadzmawaty Hamzah; Liliskarlina Liliskarlina; Ulfah Mahfudah; Nurul Adriani
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 6, No 2 (2022): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v6i2.657

Abstract

Latar Belakang : Sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban), pengelolaan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang dititikberatkan kepada masyarakat atau direalisasikan dalam program (STBM). Desa Tamanyeleng Kecamatan Barombong menjadi salah satu desa yang berhasil melaksanakan Stop Buang air besar Sembarngan (SBS) dan merubah perilaku BAB di jamban yang sehat. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui faktor pendidikan, pengetahuan, sikap, dan kepemilikan jamban yang mempengruhi Stop buang air Besar Sembarangan (SBS). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan independent Samples Test. Besar sampel 95 Kepala Keluarga di Desa Tamanyeleng dengan tingkat signifikansi 0,1.Hasil penelitian ini tidak terdapat pengaruh pendidikan dengan pelaksanaan stop buang air besar sembarangan niilai Sig meunujukkan sebesar 0,875 > 0,1 dan nilai t hitung 0,157 < t tabel 1,666, Nilai Sig untuk pengaruh pengetahuan terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan adalah sebesar 0,076 > 0,1 dan nilai t hitung 1,798 > t tabel 1,666 yang berarti tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan. Nilai Sig untuk pengaruh sikap terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan adalah sebesar 0,524 > 0,1 dan nilai t hitung 0,639 < t tabel 1,666 yang berarti tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan. Nilai Sig untuk pengaruh kepemilikan jamban terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan adalah sebesar 0,467 > 0,1 dan nilai t hitung 0,731 < t tabel 1,666 yang berarti tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap pelaksanaan Stop buang air Besar Sembarangan. Saran: Bagi Masyarakat, di harapkan bagi masyarakat desa tamanyeleng agar semua masyarakat telah BAB hanya di jamban yang sehat dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban yang sehat dapat mempertahankan sikap positif terhadap pelaksanaan stop buang air besar sembarangan agar terhindari penyakit diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik.
Determinants of Fertility in West Sulawesi Province Further Analysis of Indonesia Health Demography Survey Data (IDHS) 2017 Irma Muslimin; Hadzmawaty Hamzah; Kaprawi Rahman; Sukardi Sukardi; Fajar Akbar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 4 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.376 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i4.1313

Abstract

The fertility rate is one of the most decisive demographic factors in reducing the population growth rate in Indonesia. The level of fertility is influenced by several factors, both socio-economic factors and sociodemographic factors. This study aims to look at the determinants of fertility in West Sulawesi. This research was conducted through secondary data analysis from the 2017 Indonesian Health Demographic Survey data. The research sample analyzed was Women of Reproductive Age totaling 1,682. Data were analyzed using the chi square test to see the relationship between the independent variables and the dependent variable that had been determined. The results of the data analysis showed that the age group, education level, place of residence, socioeconomic status, literacy knowledge about the fertile period and use of contraceptives were significantly related to the number of children born alive. Based on the results of this research data analysis, it is necessary to have cross-sector collaboration to improve the socio-economic population, increase the level of education in reducing fertility in West Sulawesi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA Nining Ade Ningsih; Andi Yusuf; Rismawati Rismawati; Hadzmawaty Hamzah; Surya Syarifuddin
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v23i1.3100

Abstract

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tatanan rumah tangga adalah upaya untuk menyadarkan keluarga dan masing-masing anggota keluarga agar memilki kemauan dan kemampuan dalam mempraktikkan PHBS. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi dapat dicegah dengan PHBS. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Desa Wale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 409 ibu rumah tangga sedangkan sampel sebanyak 80 ibu rumah tangga yang diambil dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan nilai p=0.000 dan ada hubungan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)  dengan nilai p=0.000. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).  Diharapkan kepada rumah tangga khususnya ibu untuk lebih meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui peningkatan pengetahuan dan sikap.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
HUBUNGAN VARIABEL LINGKUNGAN DENGAN RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA Arif Atul Mahmudah Dullah; Liliskarlina Liliskarlina; Hadzmawaty Hamzah; Sitti Rahmatika
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 7, No 2 (2023): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/%x

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian pada anak-anak di negara berkembang. Pencemaran udara di sekitar TPAS merusak kesehatan lingkungan, termasuk kualitas udara di sekitar TPAS, terutama peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini dikarenakan kondisi yang memprihatinkan dari penumpukan limbah padat seperti sampah yang ada di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah.Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui Hubungan Variabel Lingkungan Dengan Risiko Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. seluruh responden yang memiliki balita di sekitar wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan jumlah sampel 96 orang.Hasil Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa keadaan ventilasi rumah (P=0,003), kepadatan hunian (P=0,030) dan jarak rumah dengan TPA (P=0,187). Artinya ada hubungan ventilasi rumah, kepadatan hunian dan tidak ada hubungan antara jarak rumah dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022.Saran: Diharapkan adanya kerjasama antara pihak puskesmas dengan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan.
Pemetaan Kematangan Berfikir Anak Dengan Metode Neurosains Terapan Di Upt Sdn No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Hamzah, Hadzmawaty; Mahmudah, Arif Atul; Liliskarlina, Liliskarlina
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 4, No 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.846

Abstract

Neurosains merujuk pada ilmu yang mempelajari otak dan semua fungsi saraf yang terkait. Neurosains terapan merupakan program unggulan pada Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dimana program ini di lakukan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak. kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode neurosains terapan ini akan dilakukan 3 kali dalam rentang 6 bulan dimana ini bentuk kegiatannya yaitu penapisan, intervensi dan dilakukan penapisan kembali. Masalah yaitu belum pernah dilakukan kegiatan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1. Metode dengan melakukan teknik penapisan gerak dan artikulasi pada 30 siswa UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 yang dilengkapi dengan Lembar Observasi. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, Setelah dilakukan kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi diperoleh hasil bahwa sebagian besar anak tidak mengalami gangguan, beberapa diantaranya mengalami terlambat dan terhambat. Kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan dengan melakukan intervensi kepada 30 anak yang telah dilakukan penapisan gerak dan penapisan artikulasi. Akan diberikan senam AEK yang merupakan kelanjutan dari kegiatan penapisan ini. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yaitu Orang tua mengetahui dan memahami kesiapan belajar anak serta guru dapat mengetahui kesiapan dan kematangan berpikir anak didiknya dalam memahami materi disekolah.
Determinan dan Faktor Risiko Stunting pada Remaja di Indonesia : Literature Review: Determinant and Risk Factor Stunting on Adolescents in Indonesia: Literature Review Alwi, M. Akbar; Hamzah, Hadzmawaty; Lewa, Abd. Farid
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 3 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v3i1.1489

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting yang terjadi pada masa balita bisa berefek mengalami stunting pada saat remaja. Oleh sebab itu, status gizi seorang remaja sangat perlu diperhatikan sehingga dapat menhasilkan keturunan yang sehat. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian literatur review dengan menggunakan google schoolar dan Pubmed sebagai sumber pencarian artikel. Hasilnya kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Determinan dan faktor risiko stunting pada remaja yaitu asupan zink, asupan protein dan sosial ekonomi (jumlah anggota keluarga). Kesimpulan: Asupan gizi (protein dan zink), dan kondisi sosial ekonomi (jumlah berkeluarga) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada remaja. Penelitian stunting pada remaja di Indonesia sangat perlu dilakukan karena referensi mengenai topik ini masih sangat terbatas.
PARTISIPASI SUAMI DALAM KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW Alwi, M. Akbar; Hamzah, Hadzmawaty; Ningsih, Nining Ade; Mahfudah, Ulfah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1295

Abstract

Maternal Mortality Rate is an indicator of public health status. Maternal death can be prevented by maximizing antenatal care (ANC) visits.Participation of husband is very important to assist pregnant women access ANC. The aim of this study was to determine the factors that influence husbands' involvement in antenatal care visits. This research is a systematic review by searching literaturs on Google Scholar based on the purpose of this research. The articles selected in this research are articles published in 2015-2023. The resuls of this study revealed that husband and wife's age, husband and wife's education, husband and wife's occupation, income, knowledge, pregnancy status, area of residence, social status/wealth, and parity are factors that influence husbands' participation in ANC visits. Based on the results of this research, it is necessary to provide information to husbands regarding the benefits of ANC and the importance of carrying out ANC as an effort to prevent maternal death.