Peningkatan volume limbah kepala ikan di Indonesia yang mencapai 30-40% dari total berat tangkapan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah pembusukan akibat kadar air yang tinggi. Namun, efisiensi mesin pengering rotary drum sering terkendala oleh distribusi panas yang tidak merata dan aliran udara yang kurang optimal. Penelitian ini mengevaluasi kinerja aerodinamika dan termal mesin menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan membandingkan variasi temperatur (80°C, 100°C, 120°C), diameter pipa (100 mm, 125 mm, 150 mm), dan kecepatan aliran (2 m/s, 5 m/s, 8 m/s). Hasil simulasi menunjukkan bahwa diameter pipa 125 mm menghasilkan aliran yang paling stabil, temperatur 120°C menghasilkan panas yang paling homogen, serta kecepatan 5 m/s menjadi parameter operasional yang optimal untuk menjaga residence time ideal. Secara keseluruhan, kombinasi parameter tersebut merupakan konfigurasi desain terbaik untuk meningkatkan efisiensi energi dan kualitas pengeringan dalam industri pengolahan limbah perikanan.
Copyrights © 2026