Buah kepundung ( Baccaurea racemosa L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara ekstrak daging buah segar dan kering kepundung menggunakan metode DPPH. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dan aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan persentase penangkapan radikal bebas DPPH pada berbagai konsentrasi (100–500 ppm). Nilai IC₅₀ dihitung sebagai parameter kekuatan aktivitas antioksidan, sedangkan perhitungan antar kelompok dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa persentase inhibisi meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dan ekstrak daging buah segar memiliki aktivitas penangkapan radikal yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kering pada semua konsentrasi (p < 0,05). Nilai IC₅₀ ekstrak segar sebesar 113,18 ± 44,23 µg/mL termasuk dalam kategori sedang, sedangkan ekstrak kering tidak mencapai 50% penghambatan sehingga nilai IC₅₀-nya tidak dapat ditentukan secara valid. Perbedaan ini menunjukkan bahwa proses pengeringan dapat menurunkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Dengan demikian, penggunaan bahan segar dinilai lebih efektif dalam menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026