Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena humor gelap sebagai strategi komunikasi kritis sebagai respons terhadap krisis empati pejabat publik selama situasi bencana di Aceh, sebagaimana digambarkan pada akun Instagram @darketive. Dalam lanskap media baru, humor gelap tidak lagi dipandang sekadar sebagai komedi marjinal, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen wacana politik nonkonvensional yang digunakan oleh netizen untuk menanggapi anomali sosial. Dengan memanfaatkan paradigma kualitatif bersama Analisis Wacana Kritis (CDA), khususnya model yang dikembangkan oleh Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji bagaimana elemen visual dan tekstual diintegrasikan untuk membangun narasi satir mengenai ketidakpekaan pihak berwenang di tengah krisis. Temuan menunjukkan bahwa @darketive memanfaatkan humor gelap sebagai mekanisme katarsis digital untuk meredakan ketegangan psikososial yang disebabkan oleh kekecewaan terhadap birokrasi. Dari sudut pandang komunikasi, penggunaan sarkasme dan metafora seperti “jalur langit” terbukti efektif dalam menciptakan rasa kedekatan dan memperkuat solidaritas organik di dunia maya sebagai bentuk kontrol sosial horizontal. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan literatur mengenai etika komunikasi digital dan dinamika partisipasi publik di era disrupsi, khususnya dalam konteks komunikasi krisis regional.
Copyrights © 2026