Pendampingan mutu menjadi salah satu peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang telah berkembang dalam membina perguruan tinggi mitra di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mengevaluasi capaian program pendampingan PTKIS yang dilaksanakan oleh Universitas Al-Qolam Malang terhadap 34 PTKIS mitra di Jawa Timur dan sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen rekapitulasi kegiatan pendampingan, observasi partisipatif tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tinjauan literatur terkini terkait OBE dan AI dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan PTKIS oleh Universitas Al-Qolam Malang dapat dikategorikan ke dalam enam klaster utama, yaitu bimbingan teknis PDDIKTI, migrasi/alih bentuk kelembagaan, benchmarking, pendampingan akreditasi, pembinaan kelembagaan, dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); namun, evaluasi keberhasilannya masih bersifat administratif dan belum terstruktur dalam kerangka capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur sebagaimana prinsip OBE. Penelitian ini mengusulkan model integrasi OBE-AI berupa kerangka evaluasi tiga lapis (capaian kelembagaan, capaian program studi, dan capaian individu dosen) yang didukung pemanfaatan AI untuk pemetaan data, deteksi kesenjangan mutu, dan penyusunan draf rekomendasi tindak lanjut. Model ini diharapkan mempercepat siklus penjaminan mutu, meningkatkan objektivitas evaluasi, serta memperkuat peran Universitas Al-Qolam Malang sebagai simpul (hub) pendampingan PTKIS berbasis data di wilayah Jawa Timur.
Copyrights © 2026