Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Sedati Ngoro Mojokerto, sebagai respons terhadap tantangan radikalisme dan ideologi transnasional di era globalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah - meliputi tawasuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i'tidal (keadilan) - diimplementasikan secara sistematis melalui kurikulum PAI, proses pembelajaran, kegiatan keagamaan, dan budaya sekolah berbasis tradisi ke-NU-an. Internalisasi nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis, melainkan diwujudkan melalui keteladanan guru dan pembiasaan ibadah dalam suasana religius yang toleran. Dampaknya terlihat pada pembentukan karakter siswa yang religius, santun, disiplin, dan toleran, bahkan meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis Aswaja merupakan strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang moderat, berintegritas, serta beridentitas keislaman dan keindonesiaan.
Copyrights © 2026