Tulisan ini membahas etika komunikasi Islami sebagai pendekatan untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian dengan mengambil pelajaran dari adab ilmuwan pada masa kejayaan peradaban Islam. Kajian bersifat kualitatif-historis dan konseptual, berbasis telaah pustaka terhadap sumber klasik (kitab adab dan karya ulama) serta literatur kontemporer tentang media dan komunikasi. Fokus pembahasan meliputi nilai-nilai etis komunikasi tradisional, cara-cara mengadaptasi adab tersebut ke ranah digital, dan implikasinya dalam upaya pencegahan disinformasi serta intoleransi. Temuan kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip adab ilmuwan kehatian-hatian dalam penyampaian, verifikasi informasi, tawadhu (kerendahan hati), kesantunan dalam berdebat, dan tanggung jawab moral atas ucapan memiliki relevansi kuat dan potensi efektif bila diintegrasikan ke praktik komunikasi modern. Rekomendasi meliputi pengembangan literasi media berbasis nilai Islami, pedoman etika untuk komunitas daring, serta peran aktif tokoh agama dan lembaga pendidikan sebagai teladan. Kajian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi penerimaan dan efektivitas intervensi dalam konteks keluarga, sekolah, dan platform digital.
Copyrights © 2026