Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Kehadiran AI dinilai mampu membantu mengatasi keterbatasan layanan konseling konvensional, seperti keterbatasan waktu, jumlah konselor, serta hambatan akses layanan psikologis bagi mahasiswa. Namun, masih terdapat perbedaan temuan penelitian mengenai efektivitas pemanfaatan AI dalam layanan bimbingan dan konseling pada mahasiswa di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam layanan bimbingan dan konseling pada mahasiswa di perguruan tinggi (RQ1), serta efektivitas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam layanan bimbingan dan konseling pada mahasiswa di perguruan tinggi (RQ2). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti model PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus, Google Scholar, dan SpringerLink. Hasil proses screening menunjukkan terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai data penelitian. Pemanfaatan AI dalam layanan bimbingan dan konseling pada mahasiswa di perguruan tinggi, mampu meningkatkan efisiensi layanan, memperluas aksesibilitas konseling, meningkatkan keterbukaan diri (self-disclosure), serta mendukung layanan yang lebih personal, fleksibel, dan responsif. Selain itu, AI juga membantu mahasiswa memperoleh dukungan emosional awal dan memudahkan pengambilan keputusan akademik maupun pengembangan karier. Namun, AI masih memiliki keterbatasan dalam membangun hubungan terapeutik, empati, dan kedalaman emosional dalam proses konseling. Pemanfaatan AI juga menghadapi tantangan berupa risiko bias algoritma, ancaman privasi data, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya literasi digital konselor. Oleh karena itu, AI lebih tepat diposisikan sebagai teknologi pendukung (supporting tools) yang membantu meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling, bukan sebagai pengganti utama konselor manusia
Copyrights © 2026