Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematis mengenai literasi digital dan ketimpangan sosial dengan fokus pada kesenjangan akses dan partisipasi komunikasi di masyarakat berkembang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 34 publikasi yang relevan dari berbagai negara, khususnya dalam konteks negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup dimensi yang lebih kompleks seperti literasi digital, keadilan epistemik, eksklusi algoritmik, dan kedaulatan digital. Masyarakat di wilayah pedesaan, kelompok masyarakat adat, lansia, serta kelompok berpendapatan rendah menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi pada ekonomi digital dan komunikasi digital. Hambatan-hambatan tersebut diperkuat oleh faktor struktural, kultural, dan politik yang turut melanggengkan ketimpangan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang menggabungkan pembangunan infrastruktur digital dengan pendidikan literasi digital kritis, kerangka kebijakan yang inklusif, serta pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai lokal. Inklusi digital yang bermakna memerlukan pengakuan terhadap pengetahuan lokal, partisipasi kelompok masyarakat yang termarginalkan dalam tata kelola teknologi, serta penguatan kedaulatan digital sebagai hak fundamental setiap warga negara.
Copyrights © 2026