Transformasi pelayanan publik kesehatan di Kota Makassar berlangsung seiring dengan percepatan digitalisasi layanan kesehatan nasional, penerapan rekam medis elektronik, integrasi data melalui SATUSEHAT, dan penguatan layanan primer. Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan akses, efisiensi, transparansi data, dan mutu layanan kesehatan. Namun, transformasi digital juga menghadirkan risiko baru dalam tata kelola, keamanan data, interoperabilitas sistem, kesiapan sumber daya manusia, kesenjangan akses digital, serta keberlanjutan pembiayaan. Kajian ini bertujuan menganalisis manajemen risiko dalam transformasi pelayanan publik kesehatan di Kota Makassar melalui kajian literature review. Metode yang digunakan adalah literature review terstruktur dengan menelaah 16 sumber mutakhir periode 2021-2026 yang terdiri atas artikel ilmiah, regulasi, dokumen kebijakan, dan sumber resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko utama transformasi pelayanan kesehatan di Makassar meliputi risiko strategis, operasional, teknologi, keamanan data, kepatuhan hukum, sumber daya manusia, dan keadilan akses. Transformasi digital seperti SIMPUS J-Care, J-Care ILP, rekam medis elektronik, integrasi SATUSEHAT, dan sistem antrian pasien membutuhkan pengelolaan risiko yang preventif, adaptif, dan kolaboratif. Kajian ini menawarkan matriks manajemen risiko sebagai kontribusi konseptual untuk memperkuat tata kelola transformasi pelayanan publik kesehatan berbasis risiko pada tingkat pemerintah daerah.
Copyrights © 2025