Penelitian ini bertujuan mengonstruksi teori substantif tentang proses transformasi sekolah menengah pertama dari digitalisasi menuju tata kelola cerdas berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Kota Palembang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain constructivist grounded theory. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi nonpartisipan terbatas, analisis dokumen, catatan lapangan, dan memo analitis pada SMA Sjakhyakirti dengan variasi kesiapan digital. Partisipan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, operator sekolah, tenaga administrasi, dan pengawas. Analisis dilakukan secara simultan melalui initial coding, focused coding, constant comparative analysis, theoretical sampling, dan integrasi kategori hingga mencapai kategori inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjadi fondasi kerja sekolah, sedangkan AI mula-mula hadir melalui eksperimen individual untuk mempercepat penyusunan dokumen, koordinasi, dan dukungan pengambilan keputusan. Perubahan menuju tata kelola cerdas tidak berlangsung linear, tetapi dinegosiasikan melalui peran aktor perantara, kebutuhan validasi manusia, kecemasan etika dan privasi data, serta penataan aturan lokal. Kategori inti yang dihasilkan adalah menegosiasikan kecerdasan institusional. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis AI pada SMA Sjakhyakirti tidak ditentukan oleh ketersediaan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan sekolah mengintegrasikan kepemimpinan, literasi AI, tata kelola data, dan koordinasi organisasi secara bertanggung jawab.
Copyrights © 2026